Palopo – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dr Abbas Langaji SAg MAg, menghadiri prosesi pengukuhan Drs H Andi Hatta Marakarma Opu To Bau Mallarangeng MP sebagai Mincara Malili yang digelar di Istana Kedatuan Luwu LangkanaE Kota Palopo, jalan Andi Djemma Kelurahan Amassangan Kecamatan Wara, Ahad pagi (6/7/2025).
Pengukuhan tersebut dipimpin langsung Yang Mulia Datu Luwu, H Andi Maradang Machkulau Opu To Bau SH. Dalam pidato adatnya, Andi Maradang menegaskan pentingnya sinergi antara Kedatuan Luwu dengan Pemerintah Daerah demi kepentingan rakyat.
Ia mengingatkan bahwa sejak Andi Djemma, Datu ke-36, menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia, tidak seharusnya ada pertentangan politik antara kedatuan dan pemerintah daerah.
Namun demikian, Kedatuan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dan akan ikut menyampaikan teguran untuk pemerintah jika terdapat kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Sementara itu, Rektor Abbas menyampaikan apresiasinya terhadap pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Luwu yang masih terjaga hingga kini. Ia menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam prosesi tersebut merupakan bentuk dukungan institusi pendidikan tinggi terhadap pelestarian budaya lokal, serta penguatan identitas masyarakat Tana Luwu.
Mincara sendiri diketahui merupakan perwakilan Datu Luwu di daerah tertentu, yang bertugas menjaga adat dan tradisi serta membantu kelancaran roda kedatuan di wilayah tersebut. Dalam hal ini, ia berperan sebagai jembatan antara masyarakat adat dan Kedatuan, sekaligus menjadi penjaga kearifan lokal di tengah dinamika perkembangan zaman.
Kegiatan ini turut dihadiri Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara dan Kota Palopo, para rektor dari berbagai perguruan tinggi, tokoh agama, serta masyarakat adat dan undangan lainnya.
Acara berlangsung khidmat dan sarat dengan simbol budaya, memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan warisan leluhur demi generasi mendatang.




