Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo melalui Pusat Sosialisasi dan Penerimaan Mahasiswa pada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menghadiri kegiatan Evaluasi SPAN-PTKIN dan Monitoring UM-PTKIN 2026 yang berlangsung di The Grand Platinum Hotel Jakarta, 12–13 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini menjadi forum nasional dalam memperkuat strategi branding dan promosi penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Forum tersebut diikuti oleh bagian administrasi PTKIN se-Indonesia untuk membahas evaluasi pelaksanaan SPAN-PTKIN 2026 sekaligus perkembangan pelaksanaan UM-PTKIN 2026.
Keikutsertaan UIN Palopo dalam forum nasional ini dinilai menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat branding institusi dan strategi promosi PMB yang lebih modern, berbasis data, serta berorientasi pada pengalaman calon mahasiswa.
Ketua PMB PTKIN 2026, Prof Dr H Abd Aziz MPdI, dalam pemaparannya menerangkan total daya tampung PMB-PTKIN 2026 mencapai 186.889 kursi. Jumlah tersebut terdiri atas 70.300 kursi jalur SPAN-PTKIN, 80.639 kursi jalur UM-PTKIN, dan 35.950 kursi jalur mandiri yang tersebar pada 58 PTKIN, 1 PTN, dan 1.355 program studi.
Sementara itu, forum evaluasi mencatat jumlah pendaftar SPAN-PTKIN 2026 mencapai 143.947 orang dengan total peserta lulus sebanyak 82.274 orang. Berdasarkan asal sekolah, peminat masih didominasi lulusan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 79.619 orang, disusul SMA sebanyak 54.002 orang dan SMK sebanyak 8.530 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa madrasah tetap menjadi basis utama SPAN-PTKIN. Namun, meningkatnya kontribusi sekolah umum dinilai memerlukan strategi promosi dan branding kampus yang lebih adaptif dan terarah.

Dalam forum itu juga ditegaskan pentingnya penguatan identitas PTKIN sebagai kampus yang mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama, memiliki karakter kuat, biaya pendidikan terjangkau, serta berorientasi pada pembentukan moral leadership.
Selain menyasar calon mahasiswa, strategi promosi PTKIN juga dinilai perlu memberi perhatian lebih kepada orang tua melalui penyediaan informasi mengenai biaya kuliah, keamanan kampus, peluang kerja, beasiswa, dan lingkungan religius. Hal tersebut dianggap penting karena keputusan memilih perguruan tinggi turut dipengaruhi keluarga.
Forum nasional tersebut turut menyoroti pentingnya penguatan konten digital dalam promosi PMB-PTKIN. Generasi Z dinilai lebih mengenal kampus melalui platform digital seperti TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts dibanding media promosi konvensional.
Karena itu, konten promosi diarahkan untuk menampilkan kehidupan mahasiswa, suasana akademik, alumni sukses, prospek kerja, serta keunggulan program studi dengan pendekatan visual yang lebih modern, cepat, dan kuat secara storytelling.
Kepala Pusat Sosialisasi dan Penerimaan Mahasiswa LPM UIN Palopo, Dr Adzan Noor Bakri SESy MAEk, yang mengikuti kegiatan ini, menambahkan, evaluasi PMB-PTKIN perlu diperkuat melalui pendekatan berbasis data lead dan CRM admisi.
“Promosi PMB-PTKIN tidak cukup hanya ramai di publikasi. Setiap sosialisasi idealnya menghasilkan data lead calon mahasiswa yang dapat ditindaklanjuti melalui CRM admisi, sehingga calon mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dipandu dan dikawal hingga tahap daftar ulang,” sebutnya.
Penulis: Jefri Nugraha
Foto: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis



